Sabtu, 17 November 2012

KARYA :  AZKA    ZAHIRA


Sejarah Keroncong



Keroncong merupakan nama dari instrumen musik sejenis ukulele dan juga sebagai nama dari jenis musik khas Indonesia yang menggunakan instrumen musik keroncong, flute, dan seorang penyanyi wanita.

Asal-usul
Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang pula musik ini. Bentuk awal musik ini disebut moresco (sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya), di mana salah satu lagu oleh Kusbini disusun kembali kini dikenal dengan nama Kr. Muritsku, yang diiringi oleh alat musik dawai. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponengamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musikrock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya musik Beatle dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.
Fado, Gereja Protestan dan Musik Keroncong
Seperti diketahui bahwa Musik Keroncong [1] masuk ke Indonesia sekitar tahun 1512, yaitu pada waktu Ekspedisi Portugis pimpinan Alfonso de Albuquerque datang ke Malaka dan Malukutahun 1512. Tentu saja para pelaut Portugis membawa lagu jenis Fado, yaitu lagu rakyat Portugis bernada Arab (tangga nada minor, karena orang Moor Arab pernah menjajah Portugis/Spanyol tahun 711 - 1492. Lagu jenis Fado masih ada di Amerika Latin (bekas jajahan Spanyol), seperti yang dinyanyikan Trio Los Panchos atau Los Paraguayos, atau juga lagu di Sumatera Barat (budaya Arab) seperti Ayam Den Lapeh.
Pada waktu tawanan Portugis dan budak asal Goa (India) di Kampung Tugu dibebaskan pada tahun 1661 oleh Pemerintah Hindia Belanda (VOC), mereka diharuskan pindah agama dari Katholik menjadi Protestan, sehingga kebiasaan menyanyikan lagu Fado menjadi harus bernyanyi seperti dalam Gereja Protestan, yang pada tangga nada mayor.
Selanjutnya pada tahun 1880 Musik Keroncong lahir, dan awal ini Musik Keroncong juga dipengaruhi lagu Hawai yang dalam tangga nada mayor, yang juga berkembang pesat di Indonesia bersamaan dengan Musik Keroncong (lihat Musik Suku Ambon atau The Hawaian Seniors pimpinan Jenderal Polisi Hugeng).

Alat-alat musik
Dalam bentuknya yang paling awal, moresco diiringi oleh musik dawai, seperti biola, ukulele, serta selo. Perkusi juga kadang-kadang dipakai. Set orkes semacam ini masih dipakai oleh keroncong Tugu, bentuk keroncong yang masih dimainkan oleh komunitas keturunan budak Portugis dari Ambon yang tinggal di Kampung Tugu, Jakarta Utara, yang kemudian berkembang ke arah selatan di Kemayoran dan Gambir oleh orang Betawi berbaur dengan musik Tanjidor (tahun 1880-1920). Tahun 1920-1960 pusat perkembangan pindah ke Solo, dan beradaptasi dengan irama yang lebih lambat sesuai sifat orang Jawa.
Pem-"pribumi"-an keroncong menjadikannya seni campuran, dengan alat-alat musik seperti
sitar India
rebab
suling bambu
gendang, kenong, dan saron sebagai satu set gamelan
gong.
Saat ini, alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup
ukulele cuk, berdawai 3 (nilon), urutan nadanya adalah G, B dan E; sebagai alat musik utama yang menyuarakan crong - crong sehingga disebut keroncong (ditemukan tahun 1879 diHawai, dan merupakan awal tonggak mulainya musik keroncong)
ukulele cak, berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B. Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F (dikenal dengan sebutan in F);
gitar akustik sebagai gitar melodi, dimainkan dengan gaya kontrapuntis (anti melodi);
biola (menggantikan Rebab); sejak dibuat oleh Amati atau Stradivarius dari Cremona Itali sekitar tahun 1600 tidak pernah berubah modelnya hingga sekarang;
flute (mengantikan Suling Bambu), pada Era Tempo Doeloe memakai Suling Albert (suling kayu hitam dengan lubang dan klep, suara agak patah-patah, contoh orkes Lief Java), sedangkan pada Era Keroncong Abadi telah memakai Suling Bohm (suling metal semua dengan klep, suara lebih halus dengan ornamen nada yang indah, contoh flutis Sunarno dari Solo atau Beny Waluyo dari Jakarta);
selo; betot menggantikan kendang, juga tidak pernah berubah sejak dibuat oleh Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600, hanya saja dalam keroncong dimainkan secara khasdipetik/pizzicato;
kontrabas (menggantikan Gong), juga bas yang dipetik, tidak pernah berubah sejak Amati dan Stradivarius dari Cremona Itali 1600 membuatnya;
Penjaga irama dipegang oleh ukulele dan bas. Gitar yang kontrapuntis dan selo yang ritmis mengatur peralihan akord. Biola berfungsi sebagai penuntun melodi, sekaligus hiasan/ornamen bawah. Flut mengisi hiasan atas, yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong.
Bentuk keroncong yang dicampur dengan musik populer sekarang menggunakan organ tunggal serta synthesizer untuk mengiringi lagu keroncong (di pentas pesta organ tunggal yang serba bisa main keroncong, dangdut, rock, polka, mars).
Jenis keroncong
Musik keroncong lebih condong pada progresi akord dan jenis alat yang digunakan. Sejak pertengahan abad ke-20 telah dikenal paling tidak tiga macam keroncong, yang dapat dikenali dari pola progresi akordnya. Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah susah, sebab cukup menyesuaikan pola yang berlaku. Pengembangan dilakukan dengan menjaga konsistensi pola tersebut. Selain itu, terdapat pula bentuk-bentuk campuran serta adaptasi.
Perkembangan musik keroncong masa kini
Setelah mengalami evolusi yang panjang sejak kedatangan orang Portugis di Indonesia (1522) dan pemukiman para budak di daerah Kampung Tugu tahun 1661, dan ini merupakanmasa evolusi awal musik keroncong yang panjang (1661-1880), hampir dua abad lamanya, namun belum memperlihatkan identitas keroncong yang sebenarnya dengan suara crong-crong-crong, sehingga boleh dikatakan musik keroncong belum lahir tahun 1661-1880.
Dan akhirnya musik keroncong mengalami masa evolusi pendek terakhir sejak tahun 1880 hingga kini, dengan tiga tahap perkembangan terakhir yang sudah berlangsung dan satu perkiraan perkembangan baru (keroncong millenium). Tonggak awal adalah pada tahun 1879, di saat penemuan ukulele di Hawai yang segera menjadi alat musik utama dalam keroncong (suara ukulele: crong-crong-crong), sedangkan awal keroncong millenium sudah ada tanda-tandanya, namun belum berkembang (Bondan Prakoso).
Empat tahap masa perkembangan tersebut adalah
(a) Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920),
(b) Masa keroncong abadi (1920-1960), dan
(c) Masa keroncong modern (1960-2000), serta
(d) Masa keroncong millenium (2000-kini)

Masa keroncong tempo doeloe (1880-1920)
Ukulele ditemukan pada tahun 1879 di Hawaii, sehingga diperkirakan pada tahun berikutnya Keroncong baru menjelma pada tahun 1880, di daerah Tugu kemudian menyebar ke selatan daerah Kemayoran dan Gambir (lihat ada lagu Kemayoran dan Pasar Gambir, sekitar tahun 1913). Komedie Stamboel 1891-1903 lahir di Kota Pelabuhan Surabaya tahun 1891, berupaPentas Gaya Instanbul, yang mengadakan pertunjukan keliling di Hindia Belanda, Singapura, dan Malaya lewat jalur kereta api maupun kapal api. Pada umumnya pertunjukan meliputi Cerita 1001 Malam (Arab) dan Cerita Eropa (Opera maupun Rakyat), termasuk Hikayat India dan Persia. Sebagai selingan, antar adegan maupun pembukaan, diperdengarkan musik mars, polka, gambus, dan keroncong. Khusus musik keroncong dikenal pada waktu itu Stambul I, Stambul II, dan Stambul III.
Pada waktu itu lagu Stambul berirama cepat (sekitar meter 120 untuk satu ketuk seperempat nada), di mana Warga Kampung Tugu maupun Kusbini menyebut sebagai Keroncong Portugis, sedangkan Gesang menyebut sebagai Keroncong Cepat, dan berbaur dengan Tanjidor yang asli Betawi. Pada masa ini dikenal para musisi Indo, dan pemain biola legendaris adalah M.

SEJARAH KERONCONG

Sejarah Keroncong

1. Sejarah keroncong di Indonesia

Menurut Erant Heins ( dalam Harmunah, 1987 : 7 ) sebelum abad XVI, datanglah kapal-kapal Portugis kekepulauan ini. Mereka mengadakan perhubungan perdagangan hampir diseluruh pelosok Indonesia dan mengembangkan agama katolik. Perdagangan Portugis ini hanya menggunakan kapal-kapal, tetapi menimbulkan perbudakan-perbudakan ( hamba ). Dan akhirnya meninggalakan bekas di Afrika India, Sri Lanka, Malaya (Malaysia ) yang dikenali dengan istilah Indo Portugis dan disebut pula dengan istilah “Portugis Hitam”. Orang-orang hitam ini merupakan keluarga baru yang disebut Mahardika dalam bahasa Sanskrit.
Dalam masa lampau di Eropah, orang-orang memandang bangsa Indo itu sebagai bangsa yang rendah darjatnya dan yang hanya mewarisi tabiat-tabiat tidak baik dari orang tuanya. Pendapat ini ditentang oleh ahli (pakar) dan bukti menyatakan bahwa orang yang berdarah campuran pada umumnya ulung dalam berbagai ilmu, jadi termasuklah orang yang berdarjat tinggi. Pandangan yang salah seperti diatas itulah yang mungkin mempengaruhi tabiat para ahli, sehingga mereka hanya timbul niat untuk menyelidiki apa yang dipandang asli sahaja, dan nyatalah bahwa muzik keroncong kerana sejarahnya diketepikan oleh para ahli muzikologi serta para ahli sejarah muzik ( Tobing dalam Harmunah, 1987: 8 )
Tahun 1511 bangsa Portugis dibawah pimpinan Alfonso d’ Albuquerque merebut Melaka yang waktu itu dipimpin oleh Sultan Alaudin Syah. Setelah 11 tahun berada di Melaka, maka pada tahun 1522 pedagang-pedagang Portugis melanjutkan perjalanannya ke Ternate dan Ambon dan telah singgah dibeberapa pulau. Kerana datang dari jauh mereka kesepian disebabkan berpisah dari ahli keluarganya. Untuk mengisi kesepian tersebut mereka membawa alat muzik ukulele iaitu seperti gitar kecil.. Bunyi yang keluar dari alat tersebut dan nyanyian merdu yang didendangkan oleh pedagang Portugis tersebut terasa asing dan aneh kedengarannya oleh orang-orang pribumi Nusantara, kerana orang pribumi biasa mendengar notasi pentatonik pelog dan slendro sedangkan saat itu yang mereka dengarkan notasi diatonik.
Berbekalkan hanya alat muzik ukulele yang dimulai dari muzik soliter (dimainkan seorang diri), maka berabad –abad kemudian tumbuhlah menjadi muzik keroncong yang kita kenali sekarang. Bermain alat muzik seorang menimbulkan kebosanan, sehingga mereka mulai bermain dengan kawan-kawannya dengan menambah alat muzik yang lain seperti tempurung kelapa, kentung bambu, rebana dan lain-lain. Dengan demikian alat muzik keroncong tidak wujud seperti yang ada sekarang tetapi memerlukan waktu atau evolusi yang sangat panjang.
Dari riwayat singkat tersebut, kita tidak memungkiri bahwa ada unsur muzik kerocong yang berasal dari luar ialah alat muziknya , tetapi bentuk muziknya (muzik keroncong) bukanlah bentuk muzik asing melainkan benar-benar hasil karya nenek moyang kita sendiri. Adapun terjadi adaptasi terhadap bau muzik yang datang dari luar justeru merupakan kreativiti nenek moyang kita yang patut kita hargai.

Selasa, 06 November 2012


10 Teknologi Baru yang Diprediksi Bakal Ramai di 2012

Beberapa atau banyak perusahaan memang ada yang dengan sengaja merahasiakan produk-produk terbaru mereka yang akan dirilis dimasa yang akan datang. Maksud mereka merahasiakan mungkin agar produk baru mereka bisa menjadi sebuah kejutan bagi publik atau mungkin karena alasan persaingan bisnis.
Nah, berhubung banyak perusahaan teknologi kini main rahasia-rahasiaan maka publik kini tidak dapat memprediksi semua gadget baru yang akan dirilis.
Namun demikian tentu publik sangat menantikan terobosan-terobosan teknologi baru yang semakin maksimal kedepannya. Berikut adalah 10 Teknologi yang Layak Dinantikan di 2012, seperti yang dirilis di Laman CNET :
  1. Google Ice Cream Sandwich
    Ice Cream Sandwich merupakan sistem operasi Android versi terbaru 4.0. Sistem operasi ini sudah beredar di pasar pada 2010.
  2. iPad Mini
    Apakah Apple akan membuat iPad 7 inchi, beberapa mengatakan ya, beberapa mengatakan tidak. Terutama dengan kesuksesan Kindle Fire Amazon. Semua berharap Apple akan membuat iPad dengan ukuran yang kecil. iPad ini diperkirakan dibanderol US$200.
  3. Ultrabook yang terjangkau
    Tahun depan disarankan untuk melupakan netbook yang tidak bertenaga. Ultrabook merupakan penerus Netbook. Untuk harga dari perangkat ringan ini sudah wajar di 2011.
  4. Generasi pasca MacBook Air
    Rumor tentang generasi setelah MacBook Pros dan Air versi terbaru dan mungkin akan lebih bagus dengan ukuran 15 inchi. Tahun depan patut ditunggu, apakah MacBook Air akan muncul dengan desain lebih ramping.
  5. Produk Air Play Apple yang semakin terjangkau
    Apple Air Play merupakan sebuah fitur wireless streaming yang tersedia di perangkat mobile Apple. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk streaming audio dan video melebihi WiFi. Terkecuali Apple TV dan AirPort Express, AirPlay sesuai untuk produk yang cenderung mahal dengan speaker yang lebih banyak.Air Play dapat memotong harga hingga US$100 untuk beberapa produk. Itu diharapkan terwujud pada 2012.
  6. Kindle Fire 2
    Kindle Fire merupakan sebuah terobosan besar, meski tidak terlalu bagus. Namun, bisa dibayangkan, Kindle Fire 2 akan lebih disukai. Amazon mungkin merilis tablet 20 inchi yang lebih murah dari harga iPad secara signifikan. Kita tunggu saja.
  7. iPhone 5
    Anda mungkin menunggu kehadiran iPhone 5 sepanjang 2011. Kini ada kabar bagus, kemungkinan peluncuran iPhone 5 ini akan dirilis pada Juni atau November. Ini masih belum pasti, namun iPhone 5 akan hadir dengan desain baru dan mampu mendukung jaringan 4G.
  8. Apple iTV
    Rumor bahwa Apple akan memasuki pasar TV dalam 2012 akan jadi mengubah permainan dan menjadi pemimpin dalam pasar yang lain. Semua orang menunggu kiprah Apple tersebut.
  9. Playstations Vita
    Perangkat genggam game generasi penerus Sony dijadwalkan hadir di Amerika Serikat pada 22 Febuari 2012 dengan stik dual analog, layar sentuh, dan sisi grafis bersaing dengan PS3. Versi WiFi dibanderol US$249, sedangkan versi WiFi 3G dilepas dengan US$299,99 dengan rencana layanan 3G ekstra. Sementara itu, banyak yang berpikir Vita akan mengalami kesulitan, juga memiliki potensi untuk menjadi pukulan yang sangat dibutuhkan bagi Sony, yang dalam beberapa tahun terakhir kurang greget.
  10. Windows 8
    Kesatuan adalah tema Windows 8, seperti Microsoft adalah membawa UI Metro yang ditemukan pada smartphone dan Xbox 360 ke PC dan tablet. Word ini sebuah beta yang mungkin hadir segera pada Februari dengan produk akhir yang siap untuk pengiriman pada PC di akhir musim gugur.
Nah, itulah 10 Teknologi yang Layak Dinantikan di 2012, kira-kira mana yang paling anda dambakan?